Sarcoptes, sang monster mikroskopis penghancur kulit

Go down

Sarcoptes, sang monster mikroskopis penghancur kulit Empty Sarcoptes, sang monster mikroskopis penghancur kulit

Post by Admin on Mon Jan 04, 2016 4:23 pm


Mata pria berusia sekitar 60 tahun itu berkaca-kaca saat melihat hamsternya terlentang di atas meja persegi panjang yang terbuat dari stainless steel sambil mengeluarkan suara seperti tikus yang disiram air panas tiap kali tangan manusia memegangnya.

Keempat kaki dan semua jari hamster berwarna coklat itu bengkak dan bersisik seperti kulit yang habis terbakar, sedangkan pada punggungnya tampak daging yang sudak tak terbungkus kulit lagi di beberapa tempat.

Ketika dokter hewan memeriksa hamster tersebut, sebuah sentuhan lembut oleh tangan manusia cukup membuat bulu langsung tercabut seolah sudah tak melekat lagi.

Dari hasil pemeriksaan maka disimpulkan hamster tersebut terkena scabies yang disebabkan oleh tungau dari genus Sarcoptes. Tungau adalah semacam kutu yang tinggal di bawah lapisan kulit luar dan hidup dengan memakan kulit dari inangnya.

Dengan kondisi yang mengenaskan seperti itu, hamster yang telah beberapa minggu menunjukkan gejala tersebut pun mati karena luka terbuka pada kulit yang lama tak tertangani dan keengganan untuk makan.

Selain bersifat fatal apabila tidak segera ditangani, scabies adalah penyakit yang sangat mudah menular ke hampir semua jenis hewan peliharaan, sebagai contoh, karena hamster tersebut diletakkan satu kandang dengan beberapa ekor kelinci maka semua kelinci dalam kandang tersebut pun menunjukkan gejala-gejala penyakit kulit ini.

Bulu mudah rontok, kulit telinga yang terkikis, kulit kaki bersisik hingga habis sehingga terlihat tulangnya adalah gejala-gejala yang paling mudah dikenali dari scabies di kelinci.

Anjing dan kucing juga sangat rentan tertular penyakit kulit ini, bahkan manusia pun bisa tertular scabies. Tungau biasanya ditularkan melalui kontak langsung atau kontak tidak langsung, yaitu melewati benda-benda yang telah tersentuh penderita scabies.

Scabies dapat dicegah dengan menjaga kebersihan hewan peliharaan dan lingkungan tempat tinggalnya tersebut. Pemberian vitamin buat bulu atau vitamin E secara berkala dapat membantu mencegah munculnya penyakit ini.

Vitamin E yang biasa dikonsumsi oleh manusia dapat diberikan dengan mengatur dosis buat setiap jenis hewan. Seekor hamster dapat diberikan seperdelapan dosis manusia. Seekor kelinci, kelinci, dan anjing kecil dapat diberikan ΒΌ dosis manusia secara rutin dua kali dalam seminggu, sedangkan seekor anjing berukuran medium dan besar dapat diberikan separuh dosis manusia.

Admin
Admin

Jumlah posting : 44
Join date : 11.09.15

https://catlovers.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik