Mengenal virus pembunuh hewan pemakan daging (karnivora)

Go down

Mengenal virus pembunuh hewan pemakan daging (karnivora) Empty Mengenal virus pembunuh hewan pemakan daging (karnivora)

Post by Admin on Mon Jan 04, 2016 4:06 pm

Suhu udara yang tinggi hingga mencapai 33 C, kelembaban udara yang tinggi dan musim panca roba adalah faktor-faktor yang dapat membuat kondisi tubuh semua makhluk hidup menurun hingga rentan tertular penyakit.

Salah virus penyebab penyakit yang mudah tersebar di antara hewan kesayangan dan atau hewan liar yang dipelihara di kebun binatang, terutama yang menyerang jenis karnivora (anjing dan kucing), adalah Canine Distemper Virus (CDV) dari family Paramyxoviridae.

Perlu diingat bahwa virus ini sangat mematikan. Berdasarkan sebuah jurnal medis yang ditulis berdasarkan pengalaman semua dokter hewan di seluruh dunia ketika menghadapi penyakit ini ditemukan bahwa 1 dari 2 hewan yang terinfeksi dan menunjukkan gejala penyakit ini meninggal.

Beberapa gejala yang bisa dilihat hewan yang terkena penyakit ini adalah:

1. 3-6 hari setelah hewan terinfeksi akan mengalami demam selama 1 hingga 2 hari, namun setelah itu suhu badan normal sehingga pemilik cenderung menganggap hewan sudah sembuh dan hanya memberikan obat sekedarnya tanpa mengkonsultasikan ke dokter hewan karena menganggap hewan hanya tidak enak badan atau masuk angin. Apabila diberikan obat sembarangan akan memperparah kondisi hewan.

2. Demam akan muncul kembali setelah beberapa hari disertai dengan kondisi hewan makin lemas, tidak mau makan, leleran cairan kental dari hidung dan mata.

3. Hewan akan mengalami diare, muntah, pilek dan atau batuk.

4. Pada keadaan yang parah, hewan akan kejang, pingsan, lumpuh dan koma.

5. Bola mata terlihat merah karena pembulub darah pecah.

6. Kulit di tapak kaki dan hidung hewan akan menebal apabila setelah sembuh, namun gejala ini tidak selalu muncul tergantung jenis CDV yang menginfeksi.

7. Gigi yang berkarang di bayi hewan yang mati setelah lahir.

Sama seperti semua penyakit yang disebabkan oleh virus, tidak ada obat yang spesifik dapat membunuh penyebab penyakit ini. Yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien hanyalah dengan mengobati berdasarkan gejala dan mempertahan kondisi vital pasien sehingga sedapat mungkin stabil. Jenis CDV yang menyerang, cara pemilik memperlakukan hewan dan kemauan hidup hewan sangat menentukan tingkat kesembuhan pasien.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, namun penyakit ini dapat dicegah antara lain dengan mengimunisasi hewan dan memberikan suplemen vitamin yang berguna untuk menjaga kondisi tubuh hewan terutama di sebuah kondisi lingkungan yang ekstrem.


Admin
Admin

Jumlah posting : 44
Join date : 11.09.15

https://catlovers.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik