CatLovers
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Rabies, virus pembunuh makhluk berdarah panas.

Go down

Rabies, virus pembunuh makhluk berdarah panas. Empty Rabies, virus pembunuh makhluk berdarah panas.

Post by Admin on Mon Jan 04, 2016 3:58 pm

Rabies, sebuah kata menakutkan yang sangat sering kita dengar. Tidak sedikit film-film Hollywood yang terinspirasi penyakit ini. Karena selalu identik dengan anjing maka penyakit ini sering digunakan untuk melakukan pembunuhan masal terhadap hewan yang memiliki nenek moyang berasal dari serigala.

Banyak hal mengenai penyakit ini yang tidak diketahui oleh kalangan awam dan mengakibatkan ketakutan yang mengarah pada tindakan yang tidak rasional. Artikel yang dibuat dengan format poin-poin fakta yang diharapkan dapat memberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai penyakit yang mematikan ini.

Berikut adalah fakta-fakta penting mengenai rabies:

1. Rabies disebabkan oleh virus (family Rhabdoviridae, genus Lyssavirus) berbentuk seperti peluru yang DAPAT menyerang semua jenis makhluk hidup yang berdarah panas. Contoh makhluk hidup berdarah panas ini adalah anjing, kucing, kelelawar, manusia, sapi, kerbau, babi dan burung. Hanya reptil dan amfibi yang merupakan hewan berdarah dingin yang tidak beresiko terkena rabies.

2. Karena virus ini mampu menginfeksi hewan berdarah panas maka TIDAK HANYA anjing yang dapat menularkan rabies.

3. Virus ini terutama ditularkan melalui gigitan karena partikel virus ini terakumulasi terutama di kelenjar air ludah selain di otak dan sistem saraf. Oleh karena itu maka yang DAPAT menularkan penyakit ini adalah SEMUA makhluk berdarah panas yang mampu menggigit, TIDAK HANYA anjing. Penularan juga dapat terjadi apabila tetesan air ludah dari hewan terinfeksi mengenai luka terbuka di tubuh makhluk lain.

4. Karena penularan rabies pada umumnya lewat gigitan maka seekor hewan dan manusia yang diduga terinfeksi semestinya juga memiliki riwayat digigit hewan lain, apabila tidak memiliki riwayat digigit maka perlu diragukan dan diperlukan pengamatan lebih lanjut terhadap diagnosa tersebut, karena ada beberapa penyakit lain yang memiliki gejala hampir sama dengan rabies, seperti virus flu yang sudah mencapai otak dan prion penyebab penyakit sapi gila.

5. Masa inkubasi atau gejala penyakit rabies pada umumnya akan muncul dalam kisaran bervariasi antara 10 hari dan 6 bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh (pada umumnya lewat gigitan).

6. Gejala yang muncul terbagi atas 3 fase yakni: fase prodormal, fase furious dan fase paralytic.

7. Pada fase prodormal, hewan atau manusia yang terinfeksi akan mulai mengalami perubahan tingkah laku menjadi tidak dapat menelan, lebih ingin menyendiri, gelisah, dan sikap malu yang berlebihan. Pada fase ini, seluruh saraf di tubuh penderita akan menjadi lebih sensitif dari biasanya, sehingga sentuhan lembut akan terasa seperti hantaman keras dan sedikit cahaya masuk mata akan terasa seperti cahaya matahari yang sangat terang. Tidak dapat dibayangkan penderitaan pasien pada fase ini.

8. Pada fase furious, hewan dan manusia akan menunjukkan gejala keagresifan, dimana tiba-tiba akan menggigit dan menyerang tanpa alasan yang jelas.

9. Pada fase paralytic, hewan akan mengalami kelumpuhan yang mengarah pada kematian.

10. Hewan berumur muda yang terkena infeksi rabies, biasanya tidak akan mengalami ketiga fase tersebut namun segera menjurus kepada fase paralytic. Oleh karena itu hewan muda hampir sangat tidak mungkin menularkan rabies.

11. Tidak ada pengobatan terhadap penyakit ini sehingga hewan dan manusia yang terinfeksi DAN sudah menunjukkan gejala pada fase prodormal biasanya tidak tertolong lagi.

12. Penyebaran rabies hampir rata di seluruh belahan dunia kecuali di Inggris, Australia, New Zealand, Hawaii, Jepang, dan sebagian negara-negara skandinavia, seperti norwegia, islandia dan sebagainya.

13. Di Indonesia sampai dengan saat ini, terdapat beberapa daerah yang bebas dan daerah yang endemis rabies. Surabaya saat ini masih termasuk daerah yang BEBAS dari rabies.

14. Pencegahan paling efektif untuk rabies adalah dengan PENGAWASAN TRANSPORTASI HEWAN dari daerah tidak bebas ke daerah bebas dan VAKSINASI hewan peliharaan di kedua macam daerah.

15. Vaksinasi hanya boleh dilakukan setelah anjing atau kucing berumur 12 minggu dan diulang 12 bulan kemudian.

16. Pembunuhan masal terhadap populasi anjing hanya akan memberikan solusi sementara yang menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dalam mengawasi transportasi hewan dan justru akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem.

Tips untuk mengatasi luka gigitan atau cakaran anjing, kucing atau hewan lain apabila anda tidak dapat segera mendapatkan bantuan medis:

1. Jangan panik, karena kepanikan akan meningkatkan detak jantung anda sehingga apabila gigitan tersebut membawa partikel virus maka akan semakin cepat tersebar ke seluruh tubuh. Segera fiksasi daerah di atas luka gigitan, semisal gigitan ada di lengan, maka segera ikat erat daerah atas dekat luka gigitan tersebut sehingga darah sedapat mungkin tidak mengalir ke jantung.

2. Segera taburi luka anda dengan detergent atau sabun cuci lain yang dapat melarutkan lemak kemudian cuci dengan air mengalir. Virus rabies memiliki pelindung dari lemak sehingga dapat hancur dengan pelarut lemak.

3. Segera cari bantuan medis terdekat. Tenaga medis biasanya akan segera menawarkan suntikan anti-rabies.

Admin
Admin

Jumlah posting : 44
Join date : 11.09.15

https://catlovers.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik